oleh

Yayasan Amirul Ummah Salurkan Bantuan untuk Pembangungan Masjid

Donggala – Sabtu (9/11) Yayasan Amirul Ummah mengunjungi wilayah terdampak gempa yang berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Selatan.

Salah satu agenda dari kunjungan tersebut ialah memberikan bantuan untuk perbaikan Masjid Miftahul Jannah yang rusak berat akibat gempa.

Seperti yang diketahui bahwa dua tahun lalu, Kabupaten Donggala menjadi salah satu wilayah yang terdampak akibat bencana gempa palu. Ribuan nyawa melayang, sementara ribuan lainnya harus mengungsi di hunian sementara.

Banyak rumah-rumah warga yang hancur, begitupun rumah ibadah. Meskipun sudah 2 tahun berlalu, sampai saat ini masyarakat setempat masih melangsugkan pemulihan untuk bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Masjid Miftahul Jannah merupakan masjid yang terletak di Desa Batusuya, Kabupaten Donggala. Masjid adalah salah satu masjid besar (Jamie) pertama dan tertua yang ada didesa tersebut. Sehingga melain menjadi sarana ibadah, Masjid Miftahul Jannah juga menjadi simbol sejarah bagi masyarakat Desa Batusuya.

Gempa yang terjadi dua tahun lalu membuat masjid ini rata dengan tanah. Hingga 2020, masyarakat belum bisa bangun kembali masjid ini akibat keterbatasan dana. Karena masyarakat hanya mengandalkan swadaya tanpa adanya donator.

Bantuan yang diberikan oleh Yayasan Amirul Ummah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan material seperti semen, triplek, dan tiang-tiang penyanggah yang ditargetkan rampung dalam 2 minggu kedepan.

Yazied selaku Koordinator Program mengutarakan harapannya terkait program bantuan ini.

“Besar harapannya program Ummah Bangun Masjid ini dapat kembali memakmurkan Masjid Jamie Miftahul Jannah, agar warga Batusuya Donggala dapat bermuamalah dan beribadah bersama di masjid ini.” Ujar Yazied.

Masyarakat setempat sangat merindukan berdirinya Kembali masjid ini yang mejadi kebanggaan warga desa. “Saat gempa terjadi saya sudah tidak pikirkan keluarga di rumah, saya hanya teringat masjid. Dan benar kaget dan lemas ketika melihat semua rata dengan tanah termasuk masjid. ya allah.” ujar pak Mansyur yang juga Imam masjid Miftahul Jannah.

Sampai saat ini masyarakat hanya bisa melakukan ibadah di masjid sementara. Akibat belum adanya masjid yang layak pakai. Namun di masjid sementara ini beberapa kegiatan seperti tarawih Ketika Ramadhan tidak bisa berjalan karena ukuran masjid yang kecil sehingga tidak bisa menampung jamaah. Harapannya dengan diberikannya bantuan ini, masjid segera rampung dan masyakarat segera bisa melangsungkan kegiatan ibadah seperti sedia kala.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *