oleh

Warga Buang Sampah Sembarangan, Lahan Persawahan Desa Ranah Karya Terancam

Reporter: Rahmadsyah Sipahutar

Mukomuko-Bengkulu. Perilaku membuang sampah sembarangan oleh warga yang bermukim di belakang saluran irigasi Bendung Manjunto mulai mengkhawatirkan, karena sampah yang dibuang masyarakat ke saluran irigasi telah menyebabkan tersumbatnya aliran air untuk lahan pertanian seluas 100 hektar yang berada di desa ranah karya dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Pengairan Lubuk Pinang Hasan Azhari ST kepada Berita Desa Online diruang kerjanya, Senin (31/5/21) mengatakan ” kebiasaan buruk warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi mengakibatkan tersumbatnya beberapa titik saluran air yang mengarah ke lahan persawahan, seperti gorong-gorong yang selalu terjadi penumpukan sampah, dan kalau gorong gorong sudah tersumbat sudah pasti air akan susah untuk mengalir dan akhirnya yang dihulu bisa jebol, sehingga bisa berakibat fatal karena sekitar 120 hektar lahan persawahan desa ranah karya dan desa arah tiga sebelah hilir akan sulit teraliri air, apalagi pintu air didesa arah tiga tumpukan berbagai jenis sampah yang bermacam macam dari mulai sampah rumah tangga dan bangkai ayam menumpuk setiap hari disana, terkadang petugas kita yang menjaga pintu air disana kewalahan untuk membersihkan sampah itu” ungkapnya.

Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan sangatlah diharapkan, karena banyak juga warga yang menggunakan aliran tersebut untuk mandi ataupun mencuci ” diminta kesadaran warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi untuk tidak lagi membuang sampah di saluran irigasi karena banyak warga yang mandi dan mencuci di situ, alangkah kotornya dan teganya kita mencemari air yang digunakan warga yang lain untuk mandi dan mencuci, selain itu penumpukan sampah di saluran air dapat mengakibatkan saluran yang dihulu jebol, akibatnya sawah akan sulit untuk mendapatkan air, apalagi kalau hujan lebat turun dimalam hari, sudah sangat sulit kita untuk mengontrolnya, dan kalau sudah jebol kan agak lama kita bisa memperbaikinya, karena kalau mengandalkan anggaran untuk perbaikan butuh proses, agak lama kita menunggunya, tidak seperti membalikan telapak tangan dan berharap kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran irigasi demi kesehatan saudara kita yang menggunakan air irigasi untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan air bagi persawahan petani di desa ranah karya sekitarnya” himbaunya.

Sementara itu Kades Ranah Karya Ferry Irawan SH.MM yang dikonfirmasi terkait permasalahan sampah di wilayahnya mengatakan ” saluran irigasi yang melewati belakang pemukiman warga desa ranah karya ada di daerah sawahluas, dusun tengah sampai ke dusun damai, kami pihak desa sudah sering dan rutin memberikan nasehat maupun saran kepada warga untuk tidak membuang sampah di aliran irigasi, memang butuh waktu karena mungkin ini sudah menjadi kebiasaan warga, kedepan kita akan menggunakan dana desa untuk memberikan edukasi terkait kebiasaan buruk masyarakat dan rencana pembangunan TPSS/Tempat Pembuangan Sampah Sementara dan ini mungkin butuh proses dan persetujuan BPD untuk mendukung kegiatan tersebut serta dukungan armada dari dinas LH, nanti kalau sudah terbuat dikhawatirkan sampah tersebut tidak bisa diangkut oleh dinas terkait ka TPA/Tempat Pembuangan Akhir, inikan malah bisa menimbulkan masalah baru lagi seperti permasalahan sampah didesa lubuk gedang, hal ini yang membuat keragu raguan dari pemdes ranah karya untuk membangun TPSS ini” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed