oleh

Tradisi Baik Bidang Keagamaan di Tanah Mandar Pelan-Pelan Mulai Hilang

Reporter: Asdar Waris

MAJENE – Tokoh agama Kelurahan Sirindu Kabupaten Majene, Drs. Abdul Waris mengungkapkan mulai terkikisnya budaya baik di bidang keagamaan di Tanah Mandar.

Katanya, sebelum tahun 1970 an banyak tradisi dan tradisi keagamaan sampai sekarang sudah jarang lagi di jumpai, bahkan tradisi tersebut hanya bertahan sampai tahun 1980 saja.

Adapun tradisi tersebut, diantaranya adalah budaya berguru mengaji. Dahulu, anak-anak yang ingin mengaji datang diantar oleh orang tuanya dengan membawa Al-Quran kecil yang di sebut juz amma, kemudian dia juga membawa bermacam-macam bahan makanan seperti beras ketan ,beras biasa telur, gula merah, minyak kelapa,  ayam dan lain-lain. Apbila anak tersebut sudah pintar atau tamat baca Al-Qur’an nya, dia datang lagi ke rumah gurunya dengan membawa buah tangan yang disebutkan di atas. Bahkan ayamnya bertambah menjadi 7 ekor serta gurunya di berikan juga sarung, baju, atau pakaian shalat.

Baca juga:

Lanjut Drs. Abd Waris, pada  1970 an, setiap bulan ramadhan selesai shalat tarawih terdapat kelompok Atau per orang mendatangi ustad, iman,guru-guru, untuk diskusi tentang syariat agama.

Masih cerita sekitar tahun 1970 an, khususnya di pedesaan, setiap malam masih terdengar di setiap rumah penduduk ramai membaca Al-Qur’an, utamanya malam jumat. Setiap anggota rumah membaca Al-Quran dan ada juga belajar bersanji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed