oleh

Tak Pernah Merasa Digugat, Lahan 9 Warga Dieksekusi Pengadilan Negeri Poso ?

Reporter : Obeth Kapita

POSO – Pengadilan Negeri Poso Sulawesi Tengah telah memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan nomor 34/Pdt.G/2019/PN Pso, dalam perkara antara Yayasan Pendidikan Sintuwu Maroso (YPSM) sebagai penggugat melawan 19 orang tergugat

Adapun 19 orang tergugat yaitu Hi Sirajudin Lapadui, Andi Patopo, Kolodius, Djabir Karim, Kadmin, Sudarman, Abidin, Syahril, Burtang, Makmur Dg Pasore, Ma’ruf, Alwi, Darwis, Makmur S, Ridwan, Hi Irma, kepala desa Bega dan camat Poso Pesisir selaku PPAT.

Surat putusan ini yang menjadi acuan yang dibacakan sebagai putusan sita eksekusi oleh Panitera dan Juru Sita dari PN Poso. Eksekusi dilaksanakan dilokasi sengketa tanah terletak dibelakang Pasar Kelurahan Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso pada tanggal 30 Maret 2021.

Baca juga:

Namun eksekusi itu menyisakan kejanggalan. pasalnya, tanah yang dieksekusi termasuk milik Marlis Melapa, Lely Mowose, A.S Tinuru, Niko Toding, Hi Jamaludin, Mustakim Daeng Patobo, Hj Nita, Abas Daeng Parahi, Nuru, Masni dan Max Aco. Padahal, nama-nama mereka semuanya tidak ada tertulis dalam putusan sita eksekusi baik sebagai Tergugat maupun sebagai Turut Tergugat.

Pada beritadesa.online, Marlis Melapa menuturkan tanah yang ia miliki adalah tanah warisan secara turun temurun milik kakeknya bernama alm Walenta Melapa yang mengolah sejak tahun 1918, kemudian lokasi seluas lebih kurang 3 Ha diwariskan kepada Omus Melapa orang tuanya, yang selanjutnya diberikan kepadanta sebagai penerima warisan lahan tersebut pada tahun 1973.

“yang terus menerus kami olah untuk tanaman kelapa dan tanaman bulanan seperti jagung yang pada saat eksekusi habis digusur tanpamempertimbangkan susah payah kami saat menanam,”jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed