oleh

Sertifikat 1,5 Tahun Tak Kunjung Selesai, Warga Terdampak Proyek Tol di Pasarkeong Akan Adukan BPN Lebak ke Ombudsman

LEBAK –  Perwakilan warga Desa Pasarkeong Kec. Cibadak Kab. Lebak yang tanahnya terkena dampak pembebasan lahan untuk proyek strategis Nasiomal tol Serang – Panimbang akan mengadukan Badan Pertanahan  (BPN) Kabupaten Lebak ke Ombudsman RI lantaran sudah menunggu selama 1,5 tahun namun sertifikat tanah hasil revisi luas mereka tak kunjung diterima. Ini dikatakan perwakilan warga Desa Pasarkeong Kec. Cibadak yabg terdampak pembebasan jalan tol Serang-Panimbang,  H. Deden M. Fatih,  Rabu (11/11/2020)

Menurut Deden Fatih,  pada saat pembebasan lahan warga untuk tol banyak  hanya sebagian lahannya yang dibebaskan, sehingga sertifikatnya mesti ada perubahan.

Sehingga warga menunggu kepastian dari BPN kapan sertifikat pemecahan itu bisa diterima, lantaran sudah hampir 1,5 tahun tak kunjung diterima.

Baca juga:

Kata mantan Sekretaris DPD KNPI Banten ini,  sudah hampir 1,5 tahun sejak dibebaskan,  hingga saat ini sertifikat tanah mereka belum ada kepastian akan dibagikan.

“Saya kemarin (Selasa-red) sudah mendatangi BPN dan menanyakan (sertifikat)  itu, tapi BPN belum bisa memberi kepastian kapan akan diberikan kepada warga selaku pemiliknya,” kata Deden.

Deden juga mengaku kesal,  karena ada kesan saling lempar tanggungjawab antara  BPN dan PUPR soal keberadaan dan penyelesaian sertifikat tersebut.

“Kami sebagai masyarakat,  taunya BPN yang menerbitkan sertifikat tanah, kami sudah menanti 1,5 tahun,  mana sertifikat tanah kami, ” kata warga terdampak pembebasan proyek tol Serang – Panimbang ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed