oleh

Polisi Tutup Tambang Galian C Ilegal Sungai Meko

Reporter : Obeth J Kapita

Poso- Polsek Kecamatan Pamona Barat (Pambar) lakukan penutupan tambang galian C Illegal sungai Meko didesa Meko kec Pamona Barat kabupaten Poso Sulteng,21 januari 2021.

Upaya Polsek Pambar ini mendapat dukungan warga setempat melalui surat laporan yang disampaikan ke polsek Pambar . Dalam laporan tersebut dikatakan Aksi penambangan pasir menggunakan 2 alat berat (eksavator) dibawah kendali Pemdes Meko melalui Bumdes dan Linmas di sungai Meko adalah illegal tidak memiliki izin resmi.

Diketahui dalam laporan masyarakat tersebut, akibat penambangan yang serampangan ini Bronjong penahan banjir yang dibangun Balai wilayah Sungai III Sulawesi sebagai penahan banjir dan abrasi di sepanjang sungai Meko sebagian besar telah rusak total akibat penggalian pasir yang tidak sesuai tata kelola yang diatur dalam perundang-undangan Negara. Selain itu puluhan hektar lahan pemukiman penduduk dan lahan perkebunan masyarakat baik desa Meko dan di desa salokaia sepanjang jalur sungai telah musnah.

Baca juga:

Dalam laporan yang dilayangkan ke :Polsek Pambar tanggal 22 Januari 2021 terungkap Azas dan manfaat pungutan jalan desa yang dipungut senilai Rp15.000-Rp20.000/ret (Truk) tidak maksimal penggunaaanya yang terlihat dan dirasakan secara umum. Dimana proses pemungutan tidak disertai dengan pengawasan secara professional oleh BPD setempat kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun .

Masyarakat berharap agar penambangan pasir di sungai Meko perlu ditertibkan sesuai aturan yang berlaku Berdasarkan ketentuan pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batubara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed