oleh

Perkuat Tataguna Air Persawahan, Pemerintah Bangun 26 Jaringan Tersier Untuk Petani Mukomuko

Reporter : Rahmadsyah Sipahutar

Mukomuko. Saluran pembawa air dari jaringan irigasi utama ke bangunan Utama (box) bagi air, untuk dilanjutkan kejaringan pembagi/Kuarter, yang selanjutnya akan menyalurkan air langsung ke persawahan petani ( Jaringan Tersier), memiliki fungsi yang sangat penting dalam kontribusinya untuk memberikan suplai air yang maksimal bagi persawahan agar debit air yang dibutuhkan petani untuk lahan pertaniannya dapat terpenuhi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan lahan pertanian itu.

Hal ini di sampaikan Kepala UPTD Lubuk Pinang Hasan Azhari ST kepada Berita Desa Online, mengatakan ” sekarang ada 26 titik P3A yang tersebar di beberapa desa yang ada di wilayah Bendung Manjunto dan saat ini sedang dilakukan penguatan jaringan Tersier untuk lahan pertanian kelompok tani/P3A harus betul-betul digunakan untuk membuat/memperbaiki saluran tersier, apabila memang anggaran itu lebih/sisa bisa digunakan untuk memperbaiki/penguatan jaringan kuarter, dan bantuan dana dari pemerintah itu langsung masuk ke rekening P3A, dan merekalah yang mengelola serta melaksanakan kegiatan pembangunan jaringan Tersier maupun kuarter, sementara UPTD akan memberikan bantuan teknis agar pekerjaan yang mereka lakukan itu sesuai dengan kebutuhan areal persawahan mereka yang nantinya akan dialiri air” ujarnya.

Lebih lanjut Hasan menjelaskan ” sebagai contoh misalnya diujung ada areal persawahan seluas sepuluh hektar dan P3A membuat saluran tersier yang kecil, tentu akan menghasilkan kualitas debit air yang kurang maksimal untuk areal persawahan itu, nah disitulah kami akan memberikan koreksi dan perbaikan agar saluran yang dibangun itu baik dan maksimal yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, dan dari jumlah 85 P3A yang masuk untuk permohonan penguatan jaringan Tersier yang ada di mukomuko saat ini, yang teralisasi sekarang sekitar 26 P3A yang dapat bantuan, mungkin kedepan kita yakin Pemerintah bisa saja akan memberikan penambahan untuk P3A yang belum mendapatkan bantuan tersebut” jelasnya.

UPTD Lubuk Pinang juga terus bersinergi dengan melakukan berbagai percepatan percepatan untuk kelompok P3A yang belum melengkapi administrasi, dan kelengkapan administrasi sangatlah penting sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah ” kita tetap membantu dan mendukung mereka, kenapa P3A mereka tidak segera dibenahi adminstrasinya, dan kita siap membantu apa kendala mereka baik dari sisi teknis maupun administrasi, yang terkait dengan AD/ART sampai dengan SK Bupati serta pemahaman dan tupoksi mereka sebagai P3A dapat mereka kuasai dengan baik ” ungkap Hasan.

Dengan adanya bantuan Pemerintah terhadap kelompok tani/P3A ini diharapkan petani tidak lagi merasa khawatir terhadap kurangnya air untuk persawahan mereka “dengan adanya bantuan Pemerintah terhadap kelompok tani/P3A ini kiranya dapat bermanfaat semaksimal mungkin bagi petani dan berharap bantuan yang diberikan pemerintah supaya dijaga dengan sebaik-baiknya dan dipelihara, karena mungkin nanti pemerintah tidak lagi akan memberikan bantuan kepada mereka, dan anggaplah bangunan itu seperti milik kita sendiri, jadi harus dijaga dan dirawat dengan baik , yang semuanya itu demi untuk kesejahteraan serta kemakmuran para petani” tutup Hasan.

Dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk para petani adalah salah satu wujud dan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena tugas pemerintah yang utama adalah bagaimana pemerintah dapat mensejahterakan rakyatnya khususnya masyarakat petani di kabupaten Mukomuko, sehingga apa yang menjadi tujuan pemerintah daerah saat ini untuk mengembangkan sektor pertanian dan mensejahterakan petani di kabupaten Mukomuko dapat tercapai nantinya…semoga…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed