oleh

Penyaluran BST di Desa Majunto Dinilai Bermasalah, Validasi Data KPM BST Dipertanyakan

Reporter : Rahmadsyah Sipahutar
MUKOMUKO – Penyaluran BST di Desa Manjunto diduga bermasalah dan  dinilai tidak memenuhi rasa keadilan karena validasi yang dilakukan tanpa ada koordinasi dengan pihak pemerintah desa, sehingga berakibat tidak tepat sasaran dan  tidak memenuhi rasa keadilan.

Hal tersebut dikatakan Ketua LSM PENJARA Kabupaten Mukomuko Alfian.SE kepada Berita Desa Online, Sabtu (10/4/21).

“Hari ini saya  menerima laporan dari masyarakat banyak terjadi pemangkasan  penerima BST dikabupaten Mukomuko, dan warga yang sudah menerima BST tahap 1 dan 2 tidak lagi  menerima BST tahap 3 dan 4, akibat adanya validasi data yang dilakukan oleh dinas sosial kabupaten mukomuko beberapa waktu yang lalu, dan di desa Manjunto jaya hasil validasi data yang dilakukan ternyata tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah desa terkait siapa saja yang berhak menerima Bansos tersebut, sehingga validasi data yang dilakukan sangat diragukan kevalidannya  sehingga  tidak memenuhi rasa keadilan dan menuai protes ditengah masyarakat dan juga hal serupa bisa saja terjadi didesa lain dikabupaten Mukomuko ” ujarnya.

Baca juga:

Lebih lanjut Alfian mengatakan  seharusnya kontrol dari pihak dinsos Kabupaten Mukomuko lebih intensif dengan adanya perubahan data dan validasi yang dilaksanakan dilapangan. Kemudian pendamping kecamatan seharusnya betul betul bekerja dengan turun kelapangan dan melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak pemerintah desa agar validasi data yang dibuat betul-betul menyentuh warga yang sangat membutuhkan bantuan sosial tersebut, karena pemerintah desa lebih tahu siapa warganya yang berhak menerima sesuai aturan yang ada, dan pencairan BST ini sangat diperlukan dan dinantikan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka,terlebih dalam menghadapi Bulan suci Ramadhan.

Pembagian BST yang diduga tidak tepat sasaran dikeluhkan Bude, warga desa Majunto.

“Saya janda, sudah tua dan sakit-sakitan, serta belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, cuma BST inilah saya dapat bantuan dari pemerintah dan saya sangat menantikan sekali BST ini, bulan kemaren saya memang  menerima BST 2 kali, pertama dibulan Januari dan Februari sebesar 300 RB/bulan,  tapi saya tidak mendapat undangan pengambilan BST dikantor pos lubuk pinang sedangkan tetangga lain sudah dapat surat undangan, ketika saya tanyakan kepada pihak desa mereka mengatakan bahwa saya tidak terdaftar lagi tuk menerima BST tahap 3 dan 4, padahal saya sangat berharap BST ini dapat mencukupi kebutuhan hidup dan juga menghadapi puasa ramadhan tahun ini,” ujar Bude sedih.

Hal senada juga disampaikan Mama Nia warga Manjunto Jaya.

“Kemana mata pemerintah dalam menetapkan penerima BST ini, sudah jelas saya punya dua anak yang masih kecil, mengurus orang tua yang sakit lagi, dan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, dengan adanya covid inilah saya merasakan bantuan pemerintah, tapi apa daya saya divalidasi oleh pemerintah sehingga tidak dapat BST, padahal BST ini sangat saya tunggu untuk menghadapi bulan Ramdhan ” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed