oleh

Pemuda Peduli Lingkungan,Beri Penguatan Bagi Masyarakat Adat Tehit Mlakya

Reporter: Benyamin Krimadi

SORONG SELATAN,PAPUA BARAT- Rencana pemerintah memberi ijin perkebunan kelapa sawit di wilayah adat Mlakya Distrik Teminabuan terus mendapat perhatian serius dari para pemuda pengiat lingkungan hidup di Sorong Selatan ( Sorsel).

Untuk mengantisipasi dampak negatif terhadap hutan yang bakal digarap sebagai lahan kelapa sawit, Kamis (6/5/2021) relawan pemuda Sorsel peduli lingkungan melakukan penguatan sosial dan edukasi kepada warga masyarakat adat suku tehit Mlakya Kampung Wersar dan Kampung Tapiri Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat.
Kegiatan penguatan kapasitas dan edukasi dampak lingkungan hidup bagi masyarakat adat Tehit Mlakya yang berlangsung di kantor Kampung Tapiri itu, mendapat sambutan baik dari masyarakat adat setempat.Turut hadir juga warga masyarakat dan tokoh adat, tokoh perempuan serta tokoh gereja dan juga kedua Kepala Kampung Wersar dan Tapiri mengingat saat ini, masyarakat semakin kuatir akan kehilangan sebagian besar hutan adat mereka jika pemerintah memberi ijin perkebunan kelapa sawit.

Baca juga:

Koordinator Relawan Sosial Pemuda Peduli Lingkungan Kabupaten Sorsel, Olland T. Abago kepada media ini mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian penguatan sosial dan memberikan edukasi kepada warga masyarakat adat agar tegar berdiri membela hak-haknya jika suatu ketika terbentur dengan pihak investor yang datang membuka dan menggarap hutan adat suku Tehit Mlakya.

“Agenda ini bagi kami adalah sebagai langkah penguatan sosial masyarakat adat agar terus solid untuk menjaga hak tanah adat mereka. Sebab masyarakat adat, minim pengetahuan tentang aturan yg mengatur hak-hak mereka, oleh karena itu kami juga berikan edukasi tentang hal tersebut,”kata Olland T. Abago.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *