oleh

Nyalon Kades Kaduagung Timur, Nensy Anggraeni Usung Konsep Desa Mandiri

LEBAK –  Pada September 2021 mendatang, ratusan desa di Kabupaten Lebak akan melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Salah satu desa yang akan menggelar pemilihan kades itu Desa Kaduagung Timur Kecamatan Cibadak.

Salah satu yang dipastikan akan mengikuti kontestansi Pilkades di desa Kaduagung Timur adalah Nensy Anggraeni, seorang wanita pengusaha yang sangat dikenal oleh warga Kecamatan Cibadak.

Direktur CV Rizki Baja Ringan ini dikenal sebagai wanita dermawan melalui kiprahkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Tak heran, jika  Nensy Anggraeni pun pernah menerima penghargaan Hari Pers Nasional (HPN) Award 2021 dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kab. Lebak untuk kategori Sahabat Pers, karena kiprah sosialnya  dinilai bisa memberikan inspirasi bagi anggota masyarakat  lainnya.

Nensy dikenal sebagai wanita dermawan yang rutin dan konsisten  menyantuni yatim piatu dan warga tak mampu di desanya.

Tempat usaha milik Nensy Anggraeni  yang terletak di Jalan Ahmad Yani Rancasema Desa Kaduagung Timur, Cibadak sering ramai dengan kedatangan  anak-anak yatim dan warga tak mampu  yang mendapatkan sisihan rejeki dari wanita ini.

Berdayakan Ekonomi Desa

Soal kesiapannya untuk menjadi calon kepala desa, Nensy mengaku sudah menyiapkan program-program yang nantinya akan direalisasikan jika terpilih.

Untuk sektor ekonomi, kata Nensy  sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Kaduagung Timur perlu mendapat perhatian khusus, karena sangat mampu mendongkrak perekonomian di tingkat desa.

“Banyak pedagang warungan, balukan dan industri kerajinan yang perlu didukung melalui dana desa. Nantinya bisa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau pinjaman modal bergulir. Bisa juga dengan pendampingan agar bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank,” kata Nensy.

Dalam pemikiran Nengsy, sekecil apapun jenis usaha UMKM pasti akan berdampak positif dalam ekonomi di perdesaan. Dia mencontohkan, bila ada UMKM makanan ringan misalnya, maka setidaknya bisa menyerap 2- 10 tenaga kerja, ditambah lagi pemasok bahan baku dan pemasaran.

“Desa bisa membantu pendampingannya, bantu alat produksinya, bantu tingkatkan peniualannya,” kata dia kepada awak media, Sabtu (22/5/2021)

Penguatan Kelembagaan Desa

Selain itu kata dia, perlu dilakukan penguatan kelembagaan desa, seperti Karang Taruna, PKK, Lembaga Pembedayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Banyak potensi desa yang bisa diolah untuk menghasilkan pendapatan desa demi kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Menurutnya jika semua kelembagaan sebagai mitra di desa berjalan sesuai fungsinya, maka kemajuan sudah di depan mata.

“Justru harus didorong lembaga di desa melakukan inovasi, agar bikin program bagus, kelembagaan desa bisa mandiri, muaranya warga akan diuntungkan,” imbuhnya. (*)










Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed