oleh

Masa Pendemi, Pedagang Sembako di Timor Tengah Utara Malah Banjir Order

REPORTER : NOBERTUS YOSEP
EDITOR : ACHMAD SYARIF

TIMOR TENGAH UTARA – Kefamenu-Roy Tadongki (60), warga Desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten Timor Tengah Utara,Provinsi Nusa Tenggara Timur selain aktifitas kesehariannya srbagai perangkat desa, dia juga membuka usaha paket sembako dan parcel.
.
Saat ditemui beritadesa.online, Kamis (27/8/2020), laki-laki berumur 60 tahun ini mengaku, usaha parcel dan sembako yang dijalankannya tidak begitu mengalami penurunan kendati ada pendemi copid, karena sebelum ada copid, dia juga sudah membatasi jumlah maksimal order sebanyak 100-120 paket perhari.

Pembatasan jumlah order itu karena untuk membuat parcel juga butuh proses yang cukup lama.

“Tidak ada penurunan pemesanan di masa pandemi corona ini. Kalau parcel tidak bisa banyak-banyak karena rangkainya susah jadi saya batasi hanya 100-120-an paket, “katanya kepada beritadesa.com Kamis (27/8/2020).

BACA JUGA : Asnawi Daud Pengrajin Pintu Kusen Bertahan di Masa Sulit

INI JUGA BACA : Pendapatan Anjlok, Pengusaha Warteg Asal Pemalang Jateng Tetap Milih Buka

Roy mengakui permintaan parsel memang tinggi, namun bisnis sembako tahun ini menjadi andalannya.

Paket sembako yang dimaksud Roy adalah jenis sembako yang dibungkus dalam kardus, karena banyak perusahaan sampai masyarakat yang memesan paket tersebut untuk bantuan sosial.

“Saya awalnya mikir di masa pandemi ini akan macet, tapi pas pertengahan bulan September sampai sekarang barang orderannya meningkat tajam.sehingga saya pendapatan meningkat, “katanya. (*)

TONTON JUGA VIDEO INI :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed