oleh

Kepsek Madrasah di Lebak Penuhi Panggilan Kejati Banten, Kaitan Dugaan Potongan Bantuan Rehab Madrasah dari Kanwil

BANTEN – Salah satu Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah di Lebak mengakui kemarin, Rabu (30/9)  dirinya mendatangi  Kejaksaan Tinggi Banten untuk memberikan keterangan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi yang  diduga dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Banten.

Ketika ditanya wartawan, apa saja pertanyaan dalam pemeriksaan tersebut, salah satu Kepsek MTs yang namanya redaksi rahasiakan  mengaku bahwa dirinya ditanyai soal dugaan pemotongan bantuan rehab ruang kelas madrasah yang disalurkan Kanwil Kemenag pada tahun 2017 silam.

” Banyak pertanyaan sesuai surat panggilan aja, apakah ada potongan,” ujar salah satu kepsek yang namanya redaksi rahasiakan.

Saat disinggung dengan kepsek mana saja dia memenuhi panggilan Kejati, dirinya mengaku dengan dua orang kepsek dari Lebak yang dia tidak begitu kenal.

” Kurang tau itu pak, klo gak salah dari Sobang sama Cimarga.. Tapi gak tau namanya,” kata dia

Dirinya memgaku sekolahnya pada 2017 menerima bantuan dari Kanwil Kemenag Banten pada tahun Anggaran 2017 senilai Rp. 95 juta dan proses pemcairan melalui bank BRI.

” Bantuan Kanwil Anggaran 2017 sebesar 95 juta proses pencairan lewat BRI untuk rehab dua kelas,”

Untuk diketahui, Kejaksaan Tinggi Banten sedang mendalami Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan pengumpulan data dan keterangan (puldaket) kepada 14 saksi terkait laporan dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi pada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, yang diduga dilakukan oleh Kepala Kemenag Banten A Bazari Syam.

Dari poto surat yang didapatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed