oleh

ICW Minta Menag Nonaktifkan Kakanwil Kemenag Banten

Untuk Permudah Proses Pemeriksaan Kejati

JAKARTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melalui Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten sedang melakukan pengumpulan data dan keterangan (puldaket) kepada 14 saksi terkait laporan dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi pada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, yang diduga dilakukan oleh Kepala Kemenag Banten A Bazari Syam.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi  menonaktifkan Kakanwil Kemenag Banten untuk mempermudah kejaksaan menangani kasus.

” Jadi untuk memperlancar proses penanganan kasus secara objektif oleh kejaksaan, seharusnya Menag non aktifkan kakanwil,” ujar Agus melalui pesan whatsapp, Rabu (30/9/20)

Menurut Agus, Menag yang punya kewenangan untuk non aktifkan Kakanwil Kemenag Banten. Jadi kalo perlu dorong kakanwil nya non aktif untuk mempermudah kejaksaan menangani kasus

Selain itu, Agus juga meminta kepada media untuk mengawal terus dugaan gratifikasi dan penyalah gunaan kewenangan yang dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Banten. 

” Kawal terus jangan sampai kendor, jangan sampe kasus menguap,” 

” Nanti kalo kasus berlarut-larut tanpa kejelasan baru teriakin lagi,” tambah Agus.

Beberapa Kepala Madrasah di Lebak Sudah Diperiksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed