oleh

Hadiri Pelantikan PW KAMMI Banten, Gubernur Banten: KAMMI Selalu Istiqomah Berkontribusi untuk Pembangunan Banten

BANTEN – Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten melaksanakan pelantikan pengurus periode 2020-2022 , di Gedung Negara Provinsi Banten. Selasa, (10/11/2020).

Acara yang mengusung tema “Menggagas Format Kejayaan Banten tersebut, dihadiri oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim secara virtual, Kasubdit 4 Kamneg Dit Intelkam Polda Banten, AKBP Hermansyah, Pjs Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI  Susanto Triyogi dan jajaran, Ketua MPW KAMMI Banten Imam Maulana, Direktur Rumah Kami Peduli (RKP) Pusat Refki Abdillah, Perwakilan Presidium Keluarga Alumni KAMMI Banten Omat Rachmat Hasbullah, Pengurus Organisasi Cipayung Plus Banten,  Alumni KAMMI Banten, Ketua umum KAMMI Komisariat dan kader KAMMI se- Banten.

Turut hadir juga para Alumni KAMMI, Muchtar Efendi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang, Direktur BUMD Agro Banten Ilham Mustofa, Ketua PUI Banten Najib Hamas dan Pengusaha Dede Achmad Taufik.

Susanto Triyogo, melantik langsung Pengurus PW KAMMI Banten, berlangsung khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur Banten dalam sambutannya
menyampaikan bahwa kepemimpinan
memberikan pengalaman, ruang dan tanggung jawab yang sangat berharga.

“Hal tersebut belum tentu didapatkan di tempat lain, termasuk di pendidikan formal.” Kata Wahidin.

Wahidin juga mengucapkan selamat atas dilantiknya Wardian Dwi Fresha dan pengurus PW KAMMI BANTEN 2020-2022.

Wahidin mengenai betul KAMMI. KAMMI adalah organisasi yang rendah hati, tawadhu dan selalu  istiqomah berperan membangun provinsi Banten.

“Harapan saya, kerjasama yang baik Pemprov dengan KAMMI perlu dilakukan agar sesegera mungkin bisa membuat perubahan” Tambahnya.

Di tempat yang sama , Ketua MPW Banten, Imam Maulana,  dalam sambutannya mengatakan bahwa KAMMI Banten harus bisa mengambil spirit kejayaan Banten di masa lalu.

“Kita tahu Banten dulu sangat bergengsi dan terkenal di nusantara bahkan dunia, spirit kejayaan tersebut harus kita ambil.” Kata Imam.

Mewakili presidium Keluarga Alumni KAMMI, Omar Hasbullah berpesan agar KAMMI  dalam Mewujudkan visinya harus bekerjasama dengan elemen masyarakat lain, tidak bisa ditanggung sendiri.

Jargon Muslim Negarawan mencoba menawarkan solusi baru, bahwa seorang muslim tidak hanya peduli dengan amaliyah diri sendiri, tapi harus peduli terhadap amaliyah sosial.

KAMMI Banten harus menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat. Memberikan solusi lebih yang lebih luas, tidak hanya terjebak dalam solusi  gerakan elitis atau politis.

KAMMI harus tetap jadi wahana pengkaderan berkelanjutan.

“Yaitu Pengakaderan gagasan dan ide ide di samping pengkaderan jumlah SDM.” Kata Omar.

Ketua KAMMI Banten, Wardian saat berorasi  dengan lantang mengatakan bahwa PR dan tugas KAMMI Banten sangat banyak, KAMMI Banten tidak bisa berleha-leha. Salah satu  permasalahan yang saat ini jadi PR besar adalah rekrutmen kader di masa pandemi.

PR berikutnya adalah bagaimana KAMMI mempersiapkan untuk mengisi ruang-ruang kejayaan Indonesia emas 2025.

“Kedepan, Saya ingin memastikan KAMMI Banten selalu siap untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada. Pastikan bahwa kader KAMMI akan selalu memegang teguh prinsip gerakan dan visi misi KAMMI, serta menjaga  aktivitas-aktivitas yang melanggar norma agama dan undang-undang negara. Tegas Wardian saat berorasi.

Sebagi Orasi penutup, Pjs Ketua Umum PP KAMMI, dalam orasinya yang menggelegar, mengatakan bahwa negara ini merdeka bukan karena hadiah dari penjajah, tapi merdeka karena perjuangan tumpah darah, maka kita harus mengisi kemerdekaan dengan spirit perjuangan.

Visi KAMMI harus jadi peta jalan dan road map untuk membangun organisasi KAMMI kedepan, KAMMI harus lebih progresif.

Susanto berpesan KAMMI Banten harus menyeluruh tersebar menyeluruh di delapan kabupaten yang ada di Banten, agar risalah-risalah perjuangan, risalah Islam bisa tersampaikan.

Lanjut Susanto, Poros perubahan  organisasi terletak pada kader. Kalau kadernya progresif, maka organisasi nya akan progresif dan sebaliknya.

KAMMI juga harus jadi solutif masalah keumatan

“Kita isi kemerdekaan dengan menjawab permasalahan yang solutif.” Tutup Susanto. (DS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed