oleh

Doa Bersama Warga 3 Desa Dikecamatan 5 Koto, Khidmat Dan Penuh Kekeluargaan

Reporter: Rahmadsyah Sipahutar

Mukomuko. Bertempat di Desa Talang Petai Kecamatan 5 Koto Kabupaten Mukomuko, antusias ribuan masyarakat dari 3 desa dan sekitarnya mengadakan doa bersama tolak bala, Kamis (1/4/21). Acara diawali dengan doa dan dilanjutkan santap bersama hidangan yang telah disediakan oleh warga masyarakat berupa nasi kuning dan berbagai jenis makanan lainnya.

Acara ini sebagai wadah dalam menjalin silahturahmi sesama warga serta untuk melestarikan budaya religius yang sampai saat ini terus di langsungkan oleh warga desa Talang Petai dan sekitarnya serta sebagai wujud rasa syukur warga kepada Allah SWT atas segala limpahan rezeki dan karunia-Nya, sekaligus untuk mengingat jasa para leluhur dan para pendiri desa Talang Petai terdahulu.

Hal ini disampaikan Abdul Kasas mewakili pemerintah desa dan juga warga Talang Petai mengatakan “dahulu sehabis panen warga melakukan doa, yang dimulai dengan berziarah ke makam leluhur lalu dilanjutkan dengan acara doa bersama yang kita laksanakan hari ini, dan inti dari semua tradisi ini kita memohon kepada Allah SWT, agar kita selalu diberikan perlindungan dari bala yang datang dari laut maupun dari gunung, sekaligus sebagai bentuk wujud rasa syukur kita atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kita ” ungkapnya.

Baca juga:

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko yang juga warga desa Talang Petai Saburdin.M.Hum yang hadir dalam acara tersebut mengatakan ” acara ini memiliki sejarah yang sangat penting bagi warga desa Talang Petai karena dahulu leluhur kita sangat percaya dengan hal kebatinan, karena dahulu ada riwayat sebelum datangnya bulan puasa dan setelah panen leluhur warga desa talang petai selalu melakukan doa tolak bala, dan apabila tidak dilaksanakan maka hasil panen masyarakat tidak berhasil maksimal dan pernah gagal panen,sehingga oleh tetua masyarakat pada waktu itu diadakan doa tolak bala agar hasil panen masyarakat bisa maksimal sekaligus sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT ” ungkapnya.

Lebih lanjut Saburdin menjelaskan ” agar kegiatan yang diwariskan oleh leluhur ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan supaya generasi muda yang ada saat ini dapat melestarikan kultur budaya adat istiadat yang sangat baik ini, karena saya merasa dengan kegiatan ini sebagai tali silaturahmi dan juga bentuk persatuan dan kesatuan dalam memupuk rasa persaudaraan kita demi kemajuan dan kebaikan bersama” harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed