oleh

Ditanya Soal Kanwil Kemenag Kena Sanksi Indisipliner dan Gratifikasi Bazari Blokir Kontak Awak Media

REDAKSI

SERANG  – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten H A Bazari masih belum angkat bicara prihal sanksi penurunan pangkat yang menimpa dirinya.

Sudah 2 kali media ini mencoba meminta konfirmasi melalui Short Message Service (SMS). Ketika di dimintai tanggapannya melalui SMS dan whatsapp ke nomer 08777365xxxx tanggal 6 September tak kunjung dibalas.

Pada Senin (21/9) kembali Toptime.co.id (Top Grup Media) mengirim pesan singkat meminfa konfirmasi melalui aplikasi whatsapp ke nomor Kanwil Kemenag Banten. Setelah beberapa saat pesan itu masuk, selang beberapa menit kemudian, kontak tersebut memblokir nomer awak media toptime, Amsar Japung.

Untuk informasi, Kepala Kanwil Kemenag dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) No 53 tahun 2010 melakukan pelanggaran disiplin berupa penyalahgunaan wewenang, yaitu mengangkat petugas haji, Pejabat administrator dan pengawas tanpa melalui prosedur sesuai ketentuan perundang-undangan dan menerima gratifikasi. Ini diketahui dari Surat Keputusan Menteri Agama RI tertanggal 05 Agustus 2020 yang ditandatangani oleh Menteri Agama RI, Fahrul Razi.

BACA INI JUGA :

Atas pelanggaran tersebut, Menteri Agama memberikan sanksi penurunan pangkat 1 tingkat kepada yang bersangkutan selama setahun.

Atas soal penurunan pangkat tersebut, karena ada soal gratifikasi, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan agar Kemenag RI melaporkan temuan mereka ke KPK RI untuk penelusuran unsur gratifikasi yang memyangkut Kepala Kanwil Kemenag Banten tersebut.

Dikatakan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto, KPK harus menelusuri gratifikasi tersebut bisa dikategorikan suap atau bukan.

Karena kata Agus Sunaryanto, ada batas waktu 30 hari setelah menerima gratifikasi untuk melaporkan  dan mendapatkan verifikasi dari KPK.

Bila melebihi waktu 30 hari tersebut tidak dilaporkan maka ini masuk delik suap.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed