oleh

Atasi Sampah Rumah Tangga, UMKM Gerbang Persada Kembangkan Maggot

LEBAK – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Gerbang Persada yang beralamat di Kampung Pamubulan Desa Pamubulan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak – Banten kembangkan pengolahan sampah organik limbah rumah tangga dengan memanfaatkan Maggot.

Sudaryat (50) pemilik UMKM Gerbang Persada, yang juga Perangkat Desa Pamubulan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak – Banten ketika di jumpai ditempat budidayanya mengatakan bahwa kegiatan ini ia lakukan baru beberapa bulan saja, yaitu dari bukan Juli 2020.

Budidaya Maggot ini dilakukan berawal dari keprihatinan dengan keadaan lingkungan, dimana sampah yang dihasilkan dari rumah dibuang begitu saja bahkan membuat lingkungan menjadi kumuh. Padahal sampah-sampah tersebut bisa diolah dan dimanfaatkan bahkan bisa membawa berkah.

Dipaparkan Sudaryat, Maggot berasal dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF), dimana dalam proses siklus pertumbuhan, membutuhkan sampah sebagai bahan makanan, khususnya dari limbah dapur, seperti sayuran sisa, buah, sisa makanan atau dari jenis sampah organik lainnya.

Proses awal budidaya Maggot ini lanjut Sudaryat, diawali dengan pengumpulan sampah organik, kemudian seluruh sampah organik digiling terlebih dahulu, selanjutnya difermentasi selama 4 hari. Setelah itu baru disuguhkan kepada larva maggot. Pada fase larva usia 12 – 18 hari, larva mengkonsumsi limbah organik dengan sangat rakus.

Diatas bangunan seluas lima puluh meter persegi, rak-rak untuk budidaya Maggot yang telah diisi dengan sampah organik yang telah difermentasi di susun dengan rapih. Selama lima belas sampai dua puluh hari dibiarkan kata Sudaryat

Larva maggot terang Sudaryat, di biarkan tumbuh hingga menjadi pupa, yang selanjutnya berubah menjadi lalat. Selanjutnya lalat akan bertelur dan ditetapkan. Lalat betina, dapat menetaskan hingga lebih dari 500 telur pada tempat yang kering. Dan dari telur lalat yang sudah menetas, satu minggu sudah tumbuh menjadi larva maggot.

“Saat ini dalam satu siklus selama 15 hari, bisa panen sebanyak 50 kilo gram Maggot” tutur Sudaryat

Dari panen Maggot tersebut, lanjut sudaryat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan budidaya ikan lele yang dikelolanya dikolam terpal yang tidak jauh dari tempat budidaya Maggot.

Maggot lanjut Sudaryat merupakan pakan lele yang sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele, karena Maggot mengandung protein yang sangat tinggi

“Maggot sangat baik untuk menjadi salah satu bahan pakan alternatif bagi lele yang cukup terjangkau” ujar Sudaryat.

Tak hanya itu lanjut Sudaryat, produksi Maggot memiliki keunggulan tersendiri dengan prinsip produksi tanpa limbah. Budidaya Maggot dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dapat mendorong penyelamatan bumi dari masalah sampah yang mengancam lingkungan saat ini.

“Ini adalah inovasi baru dalam mengatasi permasalahan sampah, masalah sampah bisa teratasi, juga masih bisa mendatangkan rupiah,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed